MENTAL
HEALTH
Pentingnya
Kesehatan Mental di Era Serba Digital
Berbicara tentang Mental Health atau Kesehatan Mental
penting untuk mengetahui maknanya. Kesehatan mental adalah kondisi atau tingkat
kesejahteraan dan kemakmuran dalam diri seseorang secara psikologis, yang
ditandai dengan tidak adanya gangguan dari segi fisik maupun psikis yang disebabkan oleh
permasalahan jiwa orang tersebut. Kesehatan mental seseorang dapat dipengaruhi tingkat kesejahteraannya, dari pengalaman, atau
hal-hal yang dirasakan selama hidup mulai dari kecil hingga dewasa.
Pengalaman-pengalaman ini berdampak sangat besar terhadap pribadi seseorang,
seringkali kejadian yang telah dilalui dapat membekas dalam waktu yang lama di
dalam kejiwaan orang yang mengalami hal tersebut. Kestabilan mental yang baik
di dalam jiwa seseorang akan mempermudah untuk mengambil keputusan dalam
hidupnya, menjalin hubungan serta bergaul dengan orang lain dengan baik dan
tanpa tekanan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dari yang mudah
sampai yang sulit.
Seiring berkembangnya zaman dan berjalannya waktu,
perkembangan teknologi pun semakin maju. Manusia sebagai pencipta dan pengguna
teknologi itu terlihat mengalami perubahan yang sangat dari zaman-zaman sebelum
teknologi dan serba digital. Ketergantungan manusia terhadap teknologi menjadi
suatu keharusan seperti kebutuhan primer dan jika tidak terlaksanakan akan
mengalami kesulitan berat. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Terutama
kita Gen Z, generasi yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kemudahan yang
ada akibat suatu teknologi. Generasi Z
secara keseluruhan lebih merasakan stres
daripada orang dewasa hal ini terbukti dari sebuah riset dari American Psychological
Association pada tahun 2019. Tentu hal ini terjadi karena adanya pengaruh
teknologi yang berkembang. Semua hal seakan tanpa batas dan apapun bisa
dilakukan dengan mudah tanpa memperdulikan aturan-aturan yang ada dan dampak
yang akan terjadi dalam berselancar dan
berekspresi khususnya di media sosial.
Dengan kemudahan akses tersebut, para generasi millennial
atau Generasi Z seringkali merasa bebas
mengeksplor diri dan berekspresi secara bebas dan penggunaan media sosial dan
melupakan bahwa sebuah teknologi dan media sosial adalah suatu konsumsi publik
dan selamanya akan menghasilkan rekam jejak. Tanpa disadari sebuah unggahan
dalam bentuk apapun akan menimbulkan banyak spekulasi dan pendapat dari banyak
orang yang tentu saja memiliki perbedaan. Jika seseorang tidak dapat menyeleksi
apa yang dilakukan di media sosial maka dengan mudah seseorang berkomentar negatif dan menyakiti seseorang
di dalam media sosial. Dengan mental seorang anak yang dapat dibilang matang,
hal tersebut dapat dengan mudah mengguncang mental para Generasi-Z. Jika pada
zaman dahulu bullying pada anak remaja banyak terjadi di kehidupan nyata,
sekarang sebuah komentar yang tidak baik dan perlakuan buruk di sosial media
pun dianggap bullying. Bahkan dampaknya dapat menjadi lebih besar karena adanya
jejak digital. Menurut data, keseluruhan populasi sebanyak 43,2 persen
mengaku pernah melakukan upaya bunuh diri dan 33,5 persen telah
melakukan self-harm atau upaya menyakiti diri sendiri dari hasil
riset Fundamental Facts About Mental Health, 2016. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat banyak dari Generasi-Z yang telah mengalami masalah dengan Mental
Health.
Upaya dalam menyakiti diri sendiri dan bunuh diri merupakan
salah satu bentuk adanya kesehatan mental yang kurang baik pada diri seseorang.
Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui dan menerapkan kesehatan
mental karena hal tersebut berhubungan
dengan kehidupan kita dan berdampak pada pikiran, perilaku, dan emosi kita.
Menjadi sehat secara emosi dapat meningkatkan produktivitas dan keefektifan
dalam kegiatan seperti kerja,sekolah, atau merawat orang lain. Namun demikian
pada kenyataannya di Indonesia dimana kesehatan mental masih dianggap sebagai
topik yang tabu di khalayak umum dan dengan mudahnya memberi label orang yang
pergi ke psikolog atau psikiater sebagai ‘orang gila’. Stigma buruk inilah yang
membuat semakin sulitnya orang-orang untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan
layak dari pihak profesional. Generasi Z sebagai generasi paling terkini
membuat mereka masih berada di bawah naungan generasi sebelumnya, yang mana
dapat kita lihat masih menganggap sepele hal-hal yang berkaitan dengan
kesehatan mental individu.
Sebagai Generasi-Z yang memiliki tanggung jawab besar untuk
masa depan. Kita sebagai generasi yang akan diandalkan harus menghentikan
masalah kesehatan mental yang masih banyak menimpa dunia. Langkah kecil seperti
mengkampanye pentingnya kesehatan mental bagi seseorang, bijak dalam bersosial
media dan menjaga etika dengan semua insan manusia menjadi awal yang baik yang
akan membebaskan kita dari gangguan akan kesehatan mental. Untuk yang sedang
berjuang dengan kesehatan mentalnya, tetap semangat dan selalu berdoa kepada
Tuhan agar mendapat kemudahan dan segara pulih. Selalu ingat bahwa kesehatan
mental adalah esensi di dalam hidup yang menjadi hak seseorang dan kita sebagai
makhluk yang sama harus memenuhi kewajiban dengan menjaga agar tidak melakukan
hal yang dapat mengganggu kesehatan mental seorang manusia.
Comments
Post a Comment